Waktu Kuliah:
-bangun jam 5
-mandi
-makan
-berangkat ke kampus (kuliah pagi)
-kuliah
-presentasi tugas
-rapat organisasi
-pulang malem
-makan
-belajar buat ujian
-ngerjain tugas
-nyiapin rapat acara buat besok
tidur=gelisah (tugas belum beres, mau ujian belum ngerti apa2, acara…
CURHATAN DOSEN

“Kalian jangan jadi pengecut. Contohnya lihat di jalan-jalan, banyak motor berseliweran kayak pembalap. Tapi pas di sirkuit nggak pernah ada yang bisa menang. Coba saja cari, kalau ada pembalap Indonesia yang juara di sirkuit inetrnasional, saya berhenti jadi dosen SEKARANG!”
derrick ROSE #1 MVP termuda itu sayang IBU nya :)
Derrick Rose terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP) musim reguler NBA. Selain menjadi MVP termuda, Rose juga menyamai catatan legenda Chicago Bulls, Michael Jordan.
Rose terpilih setelah mengumpulkan angka tertinggi dalam penilaian yang dilakukan oleh media peliput NBA. Point guardBulls itu mengumpulkan 1.182 angka berkat menjadi pilihan pertama dari 113 voters.
Mengekor Rose di tempat kedua adalah center Orlando Magic, Dwight Howard, dengan 643 poin. Di posisi ketiga ada LeBron James (Miami Heat), disusul Kobe Bryant (Los Angeles Lakers) dan Kevin Durant (Oklahoma City Thunder) di posisi empat dan lima.
Di usia 22 tahun, Rose menjadi MVP termuda NBA sepanjang sejarah. Ia menumbangkan rekor Wes Unseld yang menjadi MVP bersama Baltimore Bullets tahun 1969 di usia 23 tahun.
Sepanjang musim ini, Rose mencatat rata-rata 25 angka per pertandingan dan 7,7 assist per game. Berkat kontribusi Rose, Bulls berhasil merebut peringkat teratas musim reguler dengan jumlah 62 kemenangan.
Rose menjadi pemain Bulls kedua setelah Jordan yang pernah menjadi MVP. Tapi Rose sendiri mengakui bahwa ia masih jauh bila dibandingkan dengan Jordan yang sudah pernah lima kali jadi MVP dan punya enam cincin juara NBA.
“Saya bahkan belum bisa menyentuh pria itu (Jordan),” sebut Rose merendah seperti dikutip YahooSports. “Saya masih jauh dari dia. Bisa mendekati dia saja sudah hebat sekali. Ini adalah tim yang berbeda di era berbeda.”
Rendah Hati
Kerendahan hati Rose sangat terlihat saat ia memberikan pernyataan usai terpilih sebagai MVP. Ia berterima kasih kepada semua orang, mulai dari fans hingga rekan-rekan setimnya. Tapi secara khusus ia berterima kasih kepada ibunya, Brenda Rose, serta saudara-saudaranya.
“Saya berpikir tentang betapa berat kerja ibu saya,” kata Rose dengan suara tercekat.
“Hari-hari sulit itu. Tapi semuanya jadi tidak terasa berat karena saya cinta apa yang saya lakukan, yakni bermain basket. Ibu membuat saya tetap semangat setiap hari dan aku cinta ibu,” demikian kata Rose.




